“Jika wanginmu saja bisa
Memindahkan duniaku
Maka cintamu pasti bisa
Mengubah jalan hidupku
Cukup sekali saja aku
pernah merasa
Betapa menyiksa
kehilanganmu
Kau tak terganti kau
yang slalu kunanti
Takkan kulepas lagi”
Setelah beberapa hari ini semuanya terasa kembali seperti
semula. Kamu yang kini sudah kembali. Kembali hadir dikehidupanku lagi. Sifat
manjamu yang aku rindukan kini aku kembali melihatnya. Pesan-pesan singkatmu
yang kembali memenuhi inbox handphoneku. Ucapan selamat pagi yang selalu
menjadi pemasok semangatku di pagi hari. Dan aku wanita yang selalu bawel akan
kesehatanmu yang jarang sekali kamu perhatikan. Kamu yang selalu membuatku
bahagia kemudian menangis kemudian bahagia kembali dengan caramu sendiri.
Terimakasih kamu sudah kembali
disini. Disisiku. Aku bahagia semuanya telah kembali. Kamu yang selalu menjadi
penyemangatku. Walaupun… mungkin sebagian orang banyak yang tidak setuju
tentang kita. Bahkan sampai ada yang berani mengusik hubungan kita sampai pada
akhirnya hubungan kita pernah hancur karena adanya orang ketiga. Tapi biarlah itu
telah menjadi pelajaran untukmu dan untukku.
Ketika aku memutuskan untuk kembali
padamu, sempat ada keraguan tentang dirimu. Akankah ada air mata lagi setelah
ini? Apakah kamu hanya ingin membuatku bahagia sementara? Aku takut suatu
ketika kamu mengulang kesalahan yang sama. Kamu yang terus meyakini ku hingga
kamu kehabisan cara sudah untuk kembali meyakiniku.”Harus dengan cara apalagi agar kamu yakin?” Tanyamu. Entahlah
akupun bingung. Kataku dalam hati. Tapi kamu tidak berhenti begitu saja. Kamu
terus meluluhkan benteng yang sempat aku bangun. Aku sudah berjanji pada diriku
untuk menutup semua lembaran yang berhubungan denganmu. Tapi ternyata benteng
itu mampu kamu hancurkan begitu saja. Hingga pada akhirnya aku pun luluh dan
memutuskan untuk kembali padamu. “kita
perbaiki dari awal yaa” katamu
Bahagia bisa kembali bersamamu.
Tapi… adakah hati yang terluka disini? Entahlah.. aku tidak terlalu memikirkan
hal itu. Yang aku tau sekarang adalah kamu telah kembali menjadi milikku.
Mungkin orang akan mengira bahwa aku adalah wanita bodoh. Masih mau menerima
laki-laki yang sudah menghancurkan hatiku, laki-laki yang sudah membuatku menangis
berkali-kali, wanita yang rela berbohong hanya untuk menutupi segala tentangmu
di depan orang yang tidak setuju akan kita, terutama kepada sang pemilikku.
Entah kapan aku kembali mendapat restu dari mereka.
“Kali
kedua pada yang sama”. Iyaa.. sepenggal lirik lagu raisa kali kedua yang
selalu aku putar berkali-kali di playlist handphoneku kini. Salahkah jika kita
kembali pada masa lalu? Bukan kembali pada masa lalu tepatnya. Hanya saja
orangnya yang sama. Tepatnya memulainya dari awal dengan orang yang sama
mungkin? Iya ini terdengar lebih cocok. Belajar dari kesalahan kemarin. Kenapa
orang banyak mengejek kita? Apakah kita tidak layak untuk bahagia? Apakah salah
jika kita memulainya kembali dari awal dan memperbaiki dari awal hubungan ini?
Mungkin karena kata-kataku kemarin. Yang kataku aku tidak akan pernah kembali
padamu bahkan tidak akan mungkin pernah bisa kembali padamu. Tapi kenyataannya
kata dimulut bukan berarti kata di hati. Terkadang mereka sulit untuk di
kondisikan. Mungkin orang beranggapan bahwa aku tidak mempunyai pendirian.
Tidak pernah tegas dengan keputusan yang telah aku buat. Tapi… salahkah aku
jika ingin kembali merajut kasih bersamamu?
Bukannya setiap manusia pernah
melakukan kesalahan? Apa salah jika diberikan kesempatan kedua? Kesempatan
dimana untuk memperbaiki segalanya. Berjanji untuk tidak mengulangnya kembali.
Terkadang.. ada yang harus kita dengar ada juga yang tidak harus kita dengar
perkataan oranglain. Jika menurut kita itu baik lakukanlah sesuai dengan apa
kata hati. Jika tidak tegaslah terhadap diri sendiri.
Aku berharap.. semoga keputusanku
untuk kembali padamu bukanlah hal yang salah. Tetapi memang benar kamu ingin
memperbaiki semuanya. Dan tidak akan mengulang kesalahan yang sama lagi. Tidak
akan ada orang ketiga lagi dihubungan kita. Aku berharap semakin berjalannya
waktu sang pemilikku akan memberikan restu itu kembali. Semoga apa yang kita
mimpikan bisa terwujud dan restu sang pemilikku bisa segera kita miliki lagi.
